Digimifin – Saat menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadan, banyak orang terlalu fokus pada menu berbuka sampai lupa satu hal yang sangat penting, yaitu minum air putih saat puasa.
Padahal, kebutuhan cairan tubuh saat puasa tetap sama seperti hari biasa. Kalau asupan air kurang, tubuh bisa lemas seharian dan sulit untuk berkonsentrasi.
Jadi, meskipun kita tidak minum selama kurang lebih 12 hingga 14 jam, tubuh tetap akan kehilangan cairan melalui keringat, urine, dan pernapasan.
Oleh karena itu, strategi minum yang tepat selalu menjadi kunci supaya puasa tetap lancar dan kamu nggak akan dehidrasi.
Kenapa Minum Air Putih Saat Puasa Itu Penting?
Selama berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan dari pagi hingga magrib. Jika setelah berbuka kamu justru lebih banyak mengonsumsi minuman manis atau es secara berlebihan, rasa kenyang tentunya akan datang lebih cepat dan kebutuhan air putih sering terabaikan. Kalau tubuh kekurangan cairan, beberapa efek negatif di bawah ini pastinya akan muncul.
-
Tubuh terasa lemas dan mudah pusing
-
Bibir dan kulit kering
-
Urine berwarna lebih pekat
-
Risiko gangguan ginjal meningkat
Ginjal membutuhkan cairan yang cukup untuk membantu menyaring zat sisa yang ada di dalam tubuh. Jika asupan air kurang, proses ini tentunya tidak akan berjalan optimal.
Berapa Kebutuhan Minum Air Putih Saat Puasa?
Secara umum, kebutuhan cairan untuk orang dewasa itu sekitar 8 gelas atau kurang lebih 2 liter per hari. Meskipun sedang berpuasa, jumlah ini tetap harus dipenuhi, hanya saja waktu minumnya yang perlu diatur ulang.
Agar kebutuhan air putih tetap terpebuhi saat berpuasa, kamu bisa membagi waktu minum antara berbuka hingga sahur agar tidak terasa berat melalui pola minum 2-4-2 berikut ini.
1. Dua Gelas Saat Berbuka
Saat azan magrib berkumandang, jangan langsung makan berat. Awali berbuka dengan mengonsumsi satu gelas air putih untuk mengganti cairan tubuh yang hilang seharian.
Kemudian, setelah makan ringan sebelum salat Isya, kamu bisa mengonsumsi 1 gelas lagi. Langkah ini tentunya akan membantu tubuh beradaptasi secara perlahan setelah lama tidak menerima asupan cairan.
2. Empat Gelas di Malam Hari
Setelah makan malam, jangan lupa untuk tetap minum air putih secara bertahap. Hindari minum sekaligus dalam jumlah besar karena hal ini bisa membuat perut terasa penuh.
Usahakan untuk mengonsumsi 2 gelas setelah makan malam dan 2 gelas lagi menjelang tidur. Minum di waktu ini juga akan membantu proses pencernaan berjalan lebih lancar.
3. Dua Gelas Saat Sahur
Sahur adalah bekal utama untuk menjalani puasa esok hari. Jangan hanya fokus pada makanan aja, tapi pastikan cairan juga harus terpenuhi.
Kamu bisa mengonsumsi air putih 1 gelas saat bangun tidur dan 1 gelas setelah selesai makan sahur. Dengan begitu, tubuh punya cadangan cairan yang lebih stabil hingga waktu berbuka tiba.
Demikianlah sekilas ulasan tentang cara minum air putih saat puasa agar tubuh kamu bisa tetap segar dan nggak dehidrasi. Semoga puasa kamu di bulan suci Ramadan ini selalu lancar ya Digifers!






