Digimifin – Banyak orang masih bertanya-tanya soal hukum puasa tidak sahur. Apalagi kalau bangun kesiangan atau ketiduran sampai azan Subuh berkumandang.
Pertanyaannya, apakah puasa tetap sah meski tidak sempat makan sahur? Jawabannya: puasa tetap sah meskipun tidak sahur.
Dalam ajaran Islam, sahur memang sangat dianjurkan, tapi bukan termasuk syarat sah puasa. Artinya, seseorang yang sudah berniat puasa di malam hari, lalu tidak sempat sahur, puasanya tetap dianggap sah selama memenuhi rukun dan syarat puasa lainnya.
Rasulullah SAW Pernah Berpuasa Tanpa Sahur
Dalam beberapa riwayat dijelaskan bahwa Rasulullah SAW tetap melaksanakan puasa meskipun tidak selalu didahului dengan makan sahur.
Dari sini bisa dipahami bahwa sahur bukanlah penentu sah atau tidaknya ibadah puasa. Namun, walaupun bukan syarat wajib, sahur tetap memiliki nilai yang sangat besar dalam Islam.
Hadis Tentang Keutamaan Sahur
Anjuran untuk tidak meninggalkan sahur ditegaskan dalam hadis berikut:
السَّحُورُ بَرَكَةِ فَلَا تَدعوه ولو أن يَتَجَرعَ أحدُكم جرعة من ماه فَإِنَّ اللهِ وَمَلَاحَكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى المُتسحرين
Artinya: “Bersahur itu adalah suatu keberkahan, maka janganlah kamu meninggalkannya, walaupun hanya dengan seteguk air, karena Allah dan para malaikat bersholawat atas orang-orang yang bersahur (makan sahur).” (HR Ahmad)
Hadis ini menunjukkan bahwa sahur bukan sekadar makan sebelum Subuh, tetapi ada keberkahan besar di dalamnya.
Makna Keberkahan dalam Sahur
Ulama besar Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa keberkahan sahur berkaitan dengan pahala yang Allah SWT berikan kepada orang yang menjalankannya. Jadi meskipun terlihat sederhana, sahur mengandung nilai ibadah.
Selain pahala, sahur juga punya manfaat secara fisik. Dengan makan atau minum sebelum Subuh, tubuh punya cadangan energi untuk beraktivitas seharian. Ini membantu mengurangi rasa lemas, pusing, atau sulit konsentrasi saat berpuasa.
Bagaimana Jika Bangun Telat?
Kalau kamu terbangun mendekati waktu Subuh dan tidak sempat makan banyak, tetap dianjurkan untuk minum seteguk air.
Sesuai hadis di atas, walaupun hanya sedikit, itu sudah termasuk sahur dan tetap mendapatkan keberkahannya.
Namun jika benar-benar tidak sempat sahur sama sekali, tidak perlu khawatir. Selama sudah berniat puasa dan tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, maka puasanya tetap sah.
Kesimpulan Hukum Puasa Tidak Sahur
Jadi, hukum puasa tidak sahur adalah tetap sah, asalkan niat sudah dilakukan dan tidak melanggar ketentuan puasa. Sahur bukan syarat sah, melainkan sunnah yang sangat dianjurkan.
Meski begitu, sebaiknya jangan sengaja meninggalkan sahur. Selain mengikuti sunnah Rasulullah SAW, sahur juga membantu tubuh tetap kuat dan fokus selama menjalani ibadah puasa.
Kalau bisa, walaupun cuma minum air putih sebelum azan Subuh, itu sudah cukup untuk menghidupkan sunnah dan bisa mendapatkan keberkahan.






