Prakiraan 1 Ramadan 2026: Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan BRIN Beda Tanggal?

Jumat, 13 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi Bulan Ramadan

Foto: Ilustrasi Bulan Ramadan

Digimifin – Menjelang bulan suci, topik prakiraan 1 Ramadan 2026 mulai ramai dibicarakan. Umat Islam di Indonesia tentu ingin tahu kapan tepatnya awal puasa 1447 Hijriah dimulai.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, penentuan tanggal 1 Ramadan kembali menjadi perhatian karena adanya perbedaan metode yang digunakan oleh berbagai lembaga.

Pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, hingga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sudah menyampaikan prediksi masing-masing.

Meski tujuannya sama, yaitu menentukan awal bulan Hijriah, pendekatan yang digunakan berbeda sehingga potensi perbedaan tanggal selalu ada.

Lalu, kapan sebenarnya prakiraan 1 Ramadan 2026 menurut masing-masing pihak? Berikut rangkumannya.

Prakiraan 1 Ramadan 2026 Versi Pemerintah

Pemerintah melalui Kementerian Agama akan menetapkan awal Ramadan 1447 H lewat sidang isbat. Sidang ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026, bertepatan dengan proses pemantauan hilal di berbagai wilayah Indonesia.

Tahapan sidang biasanya diawali dengan pemaparan data hisab atau perhitungan astronomi mengenai posisi bulan.

Setelah itu, laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan akan dibahas bersama. Keputusan akhir dari sidang isbat inilah yang menjadi acuan resmi penetapan awal puasa bagi masyarakat Indonesia.

Karena masih menunggu hasil pemantauan langsung, maka prakiraan 1 Ramadan 2026 versi pemerintah baru akan dipastikan setelah sidang tersebut selesai.

Prakiraan 1 Ramadan 2026 Menurut NU

Nahdlatul Ulama menggunakan metode rukyatul hilal yang didukung oleh perhitungan hisab. Artinya, pengamatan langsung terhadap hilal tetap menjadi faktor utama, dengan data astronomi sebagai pendukung.

Baca Juga :  Jelang Ramadan Banyak yang Ziarah Kubur, Sebenarnya Boleh atau Tidak? Ini Penjelasannya!

NU akan menggelar rukyatul hilal di berbagai lokasi yang sudah ditentukan. Jika hilal terlihat dan memenuhi kriteria imkanur rukyah, maka awal puasa Ramadan ditetapkan pada hari berikutnya. Namun jika belum memenuhi syarat, bulan Syaban akan digenapkan menjadi 30 hari.

Karena mengandalkan hasil pengamatan, prakiraan 1 Ramadan 2026 versi NU sangat bergantung pada kondisi hilal saat matahari terbenam di akhir Syaban.

Prakiraan 1 Ramadan 2026 Versi Muhammadiyah

Berbeda dengan pemerintah dan NU, Muhammadiyah menetapkan awal puasa Ramadan menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal.

Metode ini tidak menunggu hasil rukyat, melainkan berdasarkan perhitungan astronomi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Berdasarkan maklumat resmi yang telah diterbitkan, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Dengan demikian, warga Muhammadiyah diperkirakan mulai menjalankan ibadah puasa pada tanggal tersebut.

Penetapan ini menunjukkan bahwa prakiraan 1 Ramadan 2026 versi Muhammadiyah sudah bersifat pasti berdasarkan sistem hisab yang digunakan organisasi tersebut.

Prakiraan 1 Ramadan 2026 Menurut BRIN

BRIN turut memberikan analisis ilmiah terkait posisi hilal menjelang Ramadan 1447 H. Berdasarkan kajian astronomi, posisi bulan saat magrib 17 Februari 2026 diperkirakan masih berada di bawah ufuk, sehingga belum memenuhi syarat untuk dapat diamati.

Baca Juga :  Masih Punya Utang Puasa? Jangan Santai! Ini Risiko Kalau Ditunda Sampai Ramadan Tiba

Dengan kondisi tersebut, secara ilmiah awal Ramadan berpotensi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, khususnya bagi pihak yang menjadikan rukyat sebagai dasar penentuan.

Pandangan ini semakin menegaskan bahwa prakiraan 1 Ramadan 2026 memang berpotensi berbeda tergantung metode yang dipakai.

Kenapa Tanggal Awal Ramadan Bisa Berbeda?

Perbedaan dalam menentukan awal bulan Hijriah bukan hal baru di Indonesia. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan pendekatan, yaitu:

  • Hisab (perhitungan astronomi)

  • Rukyat (pengamatan langsung hilal)

  • Kombinasi keduanya

Masing-masing metode memiliki dasar ilmiah dan keagamaan yang kuat. Karena itu, masyarakat diimbau untuk menunggu pengumuman resmi dari lembaga yang diikuti dan tetap saling menghormati perbedaan.

Kesimpulan

Berdasarkan informasi yang beredar, prakiraan 1 Ramadan 2026 diperkirakan jatuh pada rentang 18–19 Februari 2026, tergantung metode penetapan yang digunakan.

Muhammadiyah telah menetapkan 18 Februari 2026 sebagai awal puasa. Sementara itu, pemerintah dan NU masih menunggu hasil rukyatul hilal melalui sidang isbat. BRIN sendiri memprediksi potensi awal Ramadan pada 19 Februari 2026 berdasarkan kajian astronomi.

Untuk kepastian tanggal resmi, masyarakat sebaiknya menunggu pengumuman hasil sidang isbat dari pemerintah.

Apa pun hasilnya nanti, yang terpenting adalah menyambut Ramadan dengan persiapan terbaik dan tetap menjaga toleransi dalam perbedaan. Karena Ramadan 2026 makin spesial dengan adanya perbedaan yang akan menyatukan kebersamaan.

Berita Terkait

Jelang Ramadan Banyak yang Ziarah Kubur, Sebenarnya Boleh atau Tidak? Ini Penjelasannya!
Masih Punya Utang Puasa? Jangan Santai! Ini Risiko Kalau Ditunda Sampai Ramadan Tiba
Ramadan 2026 Makin Spesial! Masjid IKN Siap Dipakai Tarawih, Bisa Tampung Puluhan Ribu Jemaah

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:00 WIB

Prakiraan 1 Ramadan 2026: Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan BRIN Beda Tanggal?

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:22 WIB

Jelang Ramadan Banyak yang Ziarah Kubur, Sebenarnya Boleh atau Tidak? Ini Penjelasannya!

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:12 WIB

Masih Punya Utang Puasa? Jangan Santai! Ini Risiko Kalau Ditunda Sampai Ramadan Tiba

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:00 WIB

Ramadan 2026 Makin Spesial! Masjid IKN Siap Dipakai Tarawih, Bisa Tampung Puluhan Ribu Jemaah

Berita Terbaru

Foto: Cara Cek Bansos Februari 2026

Tutorial

Cara Cek Bansos Februari 2026, Cek Nama Kamu Sekarang!

Jumat, 13 Feb 2026 - 19:35 WIB