Digimifin – Laga antara PSIM Yogyakarta Vs Bali United pada lanjutan BRI Super League pekan ke-22 benar-benar bikin jantung suporter deg-degan.
Bermain di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (23/2/2026) pukul 20:30 WIB, PSIM tampil luar biasa dengan comeback dramatis setelah sempat tertinggal tiga gol lebih dulu.
Pertandingan ini bukan cuma soal skor saja, tapi juga mental dan semangat pantang menyerah dari tuan rumah.
Bali United Unggul Duluan di Babak Pertama
Sejak awal laga, PSIM sebenarnya tampil cukup agresif. Beberapa peluang tercipta, namun penyelesaian akhir belum maksimal. Justru Bali United yang lebih efektif memanfaatkan kesempatan.
Gol pertama tercipta pada menit ke-34. Thijmen Goppel sukses memaksimalkan umpan mendatar dari Irfan Jaya dan melepaskan tembakan keras di dalam kotak penalti. Skor berubah 0-1.
Menjelang turun minum, Bali United kembali memperlebar jarak. Kali ini gol lahir dari situasi bola mati. Receveur berhasil menuntaskan peluang dari skema sepak pojok dan membawa tim tamu unggul 0-2 hingga babak pertama berakhir.
PSIM Yogyakarta Vs Bali United Makin Panas di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Bali United justru semakin percaya diri. Pada menit ke-55, Irfan Jaya mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan tarik dari Goppel. Tembakan dari jarak dekat membuat Bali United unggul 0-3.
Pada titik ini, banyak yang mengira laga antara PSIM Yogyakarta Vs Bali United akan berakhir mudah untuk tim tamu. Tapi PSIM punya cerita lain.
Gol Jarak Jauh Jadi Titik Balik
Sepuluh menit setelah gol ketiga Bali United, PSIM akhirnya memecah kebuntuan. Savio Sheva melepaskan tendangan jarak jauh yang meluncur deras ke gawang. Skor berubah menjadi 1-3 dan semangat tuan rumah mulai kembali.
Momentum makin berpihak pada PSIM saat Bali United harus bermain dengan 10 orang. Joao Ferrari mendapat kartu merah usai pelanggarannya disahkan melalui VAR.
Keunggulan jumlah pemain tentunya langsung dimanfaatkan dengan maksimal oleh PSIM Yogyakarta untuk membalikkan keadaan.
Dua Gol Cepat yang Bikin Stadion Bergemuruh
Menjelang akhir laga, tekanan PSIM semakin tak terbendung. Pada menit ke-88, umpan silang ke kotak penalti justru berujung gol bunuh diri dari kapten Bali United, Ricky Fajrin. Skor berubah menjadi 2-3.
Belum sempat Bali United menata pertahanan, PSIM kembali menyerang dua menit berselang. Ramos Mingo menyambut umpan silang dengan sundulan akurat yang tak mampu dihentikan oleh kiper lawan. Skor pun imbang 3-3!
Sisa waktu pertandingan dimanfaatkan PSIM untuk mencari gol kemenangan. Namun hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap bertahan.
Hasil dan Posisi Klasemen
Hasil imbang PSIM Yogyakarta Vs Bali United tersebut membuat PSIM mengoleksi 33 poin dan bertahan di papan tengah klasemen. Sementara Bali United membawa pulang satu poin dan kini mengumpulkan 29 poin.
Susunan Pemain
PSIM Yogyakarta: Cahya Supriadi, Raka Cahyana, Franco Ramos, Jop van der Avert, Yusaku Yamadera; Rakhmatsho Rakhmatzoda, Ze Valente, Fahreza Sudin; Pulga Vidal, Nermin Haljeta, Riyatno Abiyoso.
Bali United: Mike Hauptmeijer, Joao Ferrari, Kadek Arel, Ricky Fajrin; Receveur, Tappei Yachida, Kadek Agung; Thijmen Goppel, Irfan Jaya, Yusuf Meilana; Boris Kopitovic.
Laga antara PSIM Yogyakarta Vs Bali United menjadi bukti bahwa sepakbola tak pernah bisa ditebak. Dari tertinggal tiga gol hingga berhasil menyamakan kedudukan, PSIM menunjukkan mental baja di depan pendukungnya sendiri.
Kalau performa seperti ini terus dipertahankan, bukan tidak mungkin Laskar Mataram bisa memberi kejutan besar di sisa akhir musim ini.






