Digimifin – Nama komika Indra Frimawan mendadak ramai dibahas di media sosial. Bukan karena materi stand-up terbarunya, melainkan karena potongan video yang viral dan memicu perdebatan publik.
Dalam cuplikan yang beredar luas, Indra terlihat melakukan aksi yang diduga meludahi Fajar Sadboy saat keduanya menjadi bintang tamu di podcast Close The Door milik Deddy Corbuzier.
Video tersebut cepat menyebar di berbagai platform dan langsung mengundang reaksi beragam dari warganet.
Sebagian orang menilai momen itu sekadar bagian dari candaan khas komika. Namun, tak sedikit pula yang merasa aksi tersebut sudah kelewat batas dan tidak pantas dilakukan, apalagi di ruang publik.
Candaan yang Dianggap Kebangetan
Humor memang sering kali bersifat spontan dan kadang nyeleneh. Tapi dalam kasus ini, banyak netizen merasa tindakan tersebut tidak lagi masuk kategori lucu.
Beberapa komentar di media sosial menyebut bahwa bercanda tetap harus punya batas. Terlebih jika melibatkan tindakan yang dianggap merendahkan atau tidak sopan terhadap orang lain.
Yang menarik, kejadian ini ternyata bukan yang pertama. Sebelumnya, Indra juga sempat melakukan aksi serupa kepada Fajar Sadboy dalam podcast lain yang ia pandu bersama Oza Rangkuti. Episode tersebut tayang pada November 2025 dan kembali disorot setelah video terbaru viral.
Hal ini membuat sebagian warganet mempertanyakan apakah gaya humor seperti itu memang sudah menjadi bagian dari karakter panggungnya atau hanya sekadar gimmick yang kebablasan.
Amanda Manopo Ikut Terseret
Berita heboh ini turut menyeret nama Amanda Manopo. Aktris tersebut diketahui memiliki kedekatan dengan Fajar Sadboy dan kerap dianggap sebagai sosok kakak bagi remaja tersebut.
Dalam sebuah video yang diunggah ulang akun TikTok, Amanda terlihat memberikan respons singkat saat ditanya mengenai kejadian tersebut. Meski hanya berupa ekspresi dan reaksi singkat, responsnya langsung menjadi sorotan.
Netizen pun ramai-ramai membanjiri kolom komentar. Banyak yang menyayangkan kejadian tersebut dan berharap ke depannya para publik figur bisa lebih berhati-hati dalam bersikap, terutama saat berada di depan kamera.
Publik Figur dan Batas Humor
Kasus ini kembali membuka diskusi lama soal batasan dalam bercanda. Di era media sosial seperti sekarang, potongan video beberapa detik bisa langsung viral dan memicu opini luas.
Apa yang mungkin dianggap lucu oleh sebagian orang, belum tentu diterima dengan cara yang sama oleh publik. Apalagi jika melibatkan tindakan fisik yang bisa menimbulkan kesan merendahkan.
Terlepas dari niat awalnya, reaksi publik menunjukkan bahwa sensitivitas penonton kini semakin tinggi. Banyak yang berharap industri hiburan bisa tetap kreatif tanpa harus mengorbankan etika.
Sampai saat ini, potongan video tersebut masih terus diperbincangkan. Perdebatan pun belum mereda, membuktikan bahwa satu momen di depan kamera bisa berdampak panjang di dunia maya.









